Antara Frekuensi dan Streaming: Gen Z Menyapa TV dan Radio
Nafrotul Izza, Vina Hasanah Oktavia, Syakira Alya Kamila, Azzra Nooraini Rahmadina, Nadia Naila Sifa, Indira Fidinda Rini, Azra Naurah Luqyana, Anisa Nur Rahmah, dan Sa’idaturrukhma Azzahra
Di era digital, kecepatan teknologi bukan lagi sekadar tren, melainkan gelombang besar yang mengubah cara kita hidup, belajar, dan menghibur diri. Kini, televisi dan radio—media konvensional yang pernah begitu berjaya—berhadapan langsung dengan arus deras internet dan platform streaming yang merajai generasi muda.
Buku Antara Frekuensi dan Streaming: Gen Z Menyapa TV dan Radio mengajakmu menelusuri dinamika dunia penyiaran, dari masa keemasannya hingga pertarungan sengitnya dengan media digital. Di balik frekuensi yang dulu mengikat keluarga di ruang tamu, kini muncul pertanyaan besar: apakah televisi dan radio mampu bertransformasi, atau perlahan akan tenggelam dimakan zaman?
Ditulis dengan bahasa yang tajam, ringan, dan penuh wawasan, buku ini bukan sekadar membuka fakta, tapi juga menghadirkan refleksi—tentang bagaimana kita, terutama Gen Z, memaknai hiburan, informasi, dan identitas budaya di tengah pusaran globalisasi media.
Sebuah bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami arah masa depan media: apakah frekuensi masih punya daya, atau streaming akan mengambil alih segalanya?
Buku Antara Frekuensi dan Streaming: Gen Z Menyapa TV dan Radio mengajakmu menelusuri dinamika dunia penyiaran, dari masa keemasannya hingga pertarungan sengitnya dengan media digital. Di balik frekuensi yang dulu mengikat keluarga di ruang tamu, kini muncul pertanyaan besar: apakah televisi dan radio mampu bertransformasi, atau perlahan akan tenggelam dimakan zaman?
Ditulis dengan bahasa yang tajam, ringan, dan penuh wawasan, buku ini bukan sekadar membuka fakta, tapi juga menghadirkan refleksi—tentang bagaimana kita, terutama Gen Z, memaknai hiburan, informasi, dan identitas budaya di tengah pusaran globalisasi media.
Sebuah bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami arah masa depan media: apakah frekuensi masih punya daya, atau streaming akan mengambil alih segalanya?